Apa itu GIT ??

Halo readers! Sebelumnya perkenalkan, saya Novi Putri ūüôā Kali ini Novi mau berbagi info untuk readers terutama bagi kamu programmer. Nah, sekarang Novi mau bahas tentang GIT, Software yang mempermudah kamu dalam suatu proyek. Yuk langsung aja ke pembahasannya.

APA ITU GIT??

Git adalah version control system yang digunakan para developer untuk mengembangkan software secara bersama-bersama yang diciptakan oleh Linus Torvalds. Git merupakan sebuah software, bukanlah sebuah bahasa pemograman seperti HTML, CSS, PHP ataupun Js dan bukan pula sebuah konsep atau aturan baku dalam pemrograman.

Version control system bertugas mencatat setiap perubahan pada file proyek yang dikerjakan oleh banyak orang maupun sendiri. Semua orang yang terlibat dalam pengkodean proyek akan menyimpan database Git, sehingga akan memudahkan dalam mengelola proyek baik online maupun offline.

Git dikenal juga dengan distributed revision control (VCS terdistribusi), artinya penyimpanan database Git tidak hanya berada dalam satu tempat saja. Git akan memantau semua perubahan yang terjadi pada file proyek. Lalu menyimpannya ke dalam database.

Git memudahkan developer untuk mengetahui perubahan yang dikerjakan oleh rekan proyek kita yang lain tanpa harus membuat file baru. Selain itu, pada git kita bisa memberi komentar pada source code yang ditambah/diubah sehingga developer lain mengetahui perubahan ddan kendala yang dialami developer lain.

Sebelum menggunakan Git:

Untitled-1

Setelah menggunakan Git:

Untitled-4

Semua file yang direvisi telah disimpan dalam satu file yaitu file proyek.docx.

Setelah menggunakan GIT, semua file yang mengalami perubahan tidak perlu lagi disimpan dalam file baru karena telah disimpan dalam satu file. GIT hanya akan menyimpan perubahannya saja. GIT juga memungkinkan kita kembali ke versi revisi sebelumnya yang kita inginkan.

Selain itu, berikut ini ada beberapa menfaat yang akan kamu rasakan setelah bisa menggunakan Git.

  1. Bisa menyimpan seluruh revisi;
  2. Bisa paham cara kolaborasi dalam proyek;
  3. Bisa ikut berkontribusi ke poryek open-source;
  4. Bisa mengetahui cara deployaplikasi modern;
  5. Bisa membuat blog dengan SSG.

Menginstall Git

Pertama, tentu saja anda harus menginstallnya terlebih dahulu. Anda dapat melakukan melalui berbagai cara; dua cara paling poluler adalah menginstallnya dari kode sumbernya atau menginstalkan paket yang telah disediakan untuk platform anda.

Menginstall Dari Kode Sumber

Jika anda dapat melakukannya, akan sangat berguna untuk dapat menginstallnya dari kode sumber, karena anda akan mendapatkan versi terbaru dari Git. Setiap versi dari Git cenderung akan menampilkan kemajuan pada sisi antarmuka pengguna, jadi menggunakan versi terbaru seringkali menjadi jalan terbaik jika anda terbiasa melakukan kompilasi perangkat lunak dari kode sumbernya. Dan juga menjadi masalah bahwa banyak distribusi Linux yang menyertakan versi Git yang sangat lama; kecuali anda mempergunakan distribusi Linux paling up-to-date atau menggunakan backport, menginstall dari kode sumbernya mungkin menjadi solusi terbaik.

Untuk menginstall Git, anda membutuhkan beberapa library yang dibutuhkan oleh Git: curl, zlib, openssl, expat, dan libiconv. Sebagai contoh, jika anda berada pada sistem yang menggunakan yum (seperti Fedora) atau apt-get (seperti sistem berbasis Debian), anda dapat menggunakan salah satu dari perintah berikut untuk menginstall semua library yang dibutuhkan oleh Git:

$ yum install curl-devel expat-devel gettext-devel \

openssl-devel zlib-devel

$ apt-get install libcurl4-gnutls-dev libexpat1-dev gettext \

libz-dev

Setelah anda memperoleh semua library yang dibutuhkan, anda kemudian dapat melanjutkan dengan mengunduh Git dari situsnya:

http://git-scm.com/download

Kemudian, kompilasi dan install:

$ tar -zxf git-1.6.0.5.tar.gz

$ cd git-1.6.0.5

$ make prefix=/usr/local all

$ sudo make prefix=/usr/local install

Setelah semua ini selesai, anda juga dapat memperoleh Git terbaru melalui Git sendiri:

$ git clone git://git.kernel.org/pub/scm/git/git.git

Menginstall Git di Linux

Jika anda ingin menginstall Git di Linux menggunakan installer biner, anda bisa melakukannya melalui perkakas manajemen paket yang anda pada distribusi Linux yang anda gunakan. Jika anda menggunakan Fedora, anda dapat menggunakan yum:

$ yum install git-core

Atau jika anda menggunakan distro berbasis Debian seperti Ubuntu, coba gunakan apt-get:

$ apt-get install git

Menginstall Git pada Mac

Terdapat dua cara mudah untuk menginstal Git pada sebuah komputer Mac. Cara termudah adalah menggunakan installer Git berbasis GUI, yang dapat anda peroleh dari halaman SourceForge (lihat Gambar 1):

http://sourceforge.net/projects/git-osx-installer/
Gambar 1 Git OS X installer.

Picture4

Cara lainnya adalah dengan menggunakan MacPorts (http://www.macports.org). Jika anda telah menginstall MacPorts, maka anda dapat menginstall Git melalui cara berikut

$ sudo port install git-core +svn +doc +bash_completion +gitweb

Anda tidak harus menambahkan extras-nya, tetapi anda mungkin membutuhkan +svn jika anda harus menggunakan Git pada repositori Subversion.

Menginstall pada Sistem Operasi Windows

Menginstall Git pada Windows sangatlah mudah. Cara termudah dapat anda peroleh dengan menggunakan msysGit. Cukup download file installernya dari halaman GitHub, lalu eksekusi.

http://msysgit.github.com/

Setelah terinstall, anda akan memperoleh versi command-line (bersama dengan klien SSH yang praktis) dan versi GUI-nya.

Fitur – fitur yang terdapat dalam GIT dapat anda lihat pada link : https://www.ariona.net/belajar-git-yuk/

 

Referensi :

https://www.petanikode.com/git-untuk-pemula/

https://www.dicloud.id/tutorial/articles/pengertian-apa-itu-git-dan-fungsi-dari-git

https://www.ariona.net/belajar-git-yuk/

https://git-scm.com/book/id/v1/Memulai-Git-Menginstall-Git

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress spam blocked by CleanTalk.