Bahasa Pemograman Dari Generasi ke Generasi

Bahasa Pemrograman adalah teknik komando/instruksi standar untuk memerintah komputer yang merupakan suatu himpunan dari aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer. Pemrograman berkembang hingga kini menginjak generasi ke-5, berikut uraiannya.

  1. Generasi Pertama machine language

Bahasa pemrograman generasi pertama berorinetasi pada mesin. Program disusun menggunakan bahasa mesin/kode mesin. Bahasa Mesin adalah bahasa tingkat rendah yang hanya dipahami oleh komputer. Program ini disusun dengan menggunakan bahasa mesin dimana program pada generasi ini sangat sulit untuk dipahami dan dapat dikatakan sangat membosankan bagi para programer tetapi memberikan eksekusi program yang sangat cepat. Selain itu, bahasa mesin sangat bergantung pada mesin. Artinya, bahasa mesin antara satu mesin dengan mesin yang lain sangat berbeda.

Pemrograman dengan bahasa mesin nampaknya sudah jarang di gunakan pada era sekarang untuk membuat suatu perangkat lunak, adapun penggunaannya saat ini mungkin akan sangat terbatas misalnya di lingkungan pendidikan untuk kepentingan pembelajaran, betapa tidak, bahasa mesin dapat di katakan sebagai “bahasa komputer asli” yang hanya terdiri dari karakter “0” ( nol ) dan “1” ( satu ) saja, juga di kenal dengan sebutan “bahasa biner”.

  1. Generasi kedua assembly language

Pemrograman dengan bahasa pemrograman assembly ( rakitan ) merupakan generasi ke dua setelah generasi bahasa mesin, bahasa pemrograman assembly memiliki keyword yang lebih kompleks dari pada bahasa mesin yang hanya berisi karakter “0” dan “1” saja sehingga relatif lebih mudah di mengerti oleh programmer.

Kode – kode pada bahasa pemrograman assembly cenderung berupa singkatan yang di kenal dengan sebutan kode mnemonic seperti MOV, SUB, CMP, JMP, JGE, JL, LOOP, dan lain sebagainya. Kode – kode tersebut mungkin sedikit – banyak mirip dengan kode Terminal ( pada sistem operasi Linux ) atau kode Command Prompt ( pada sistem operasi Windows ), misalnya “mkdir” (make directory, untuk membuat folder baru) namun hal tersebut merupakan kode yang berbeda walaupun sama – sama cenderung mudah di ingat di bandingkan dengan bahasa biner.

  1. Generasi ketiga procedural programming

Pada generasi ini mulai muncul bahasa pemrograman prosedural yang mengadopsi bahasa yang mirip dengan bahasa manusia. Contoh : WRITE (untuk menampilkan kelayar) READ (untuk membaca data masukan dari keyboard). Bahasa pada generasi ini disebut juga Bahasa beraras tinggi / High Level Language (contoh bahasa pemrogaman : PASCAL, FORTRAN, C, COBOL, BASIC dll. Namun masih mencampurkan unsur simbol/karakter khusus seperti {, }, ?, <<, >>, &&, ||, ; dan lain sebagainya, kemudian pada generasi ini juga mulai di kembangkan otomatisasi pengkodean agar programmer fokus pada fungsi utama program yang di kembangkan, unsur simbol / karakter khusus pun mulai di kurangi bahkan pada beberapa bahasa pemrograman telah di hilangkan.

  1. Generasi keempat GL ( fourth-generation language )

Generasi ke-empat adalah generasi bahasa query terstruktur ( SQL, Structured Query Language ), SQL sebenarnya merupakan bahasa pemrograman namun penerapannya saat ini lebih banyak pada basis data ( database ) misalnya MySQL, Oracle Database, SQL Server, PostgreSQL, SQLite dan masih banyak lagi.

Bahasa generasi ke-empat disebut juga dengan Very High Level Language atau Problem Oriented Language (bahasa yang berorientasi pada masalah) karena memungkinkan pemakai menyelesaikan masalah dengan sedikit penulisan kode pemrograman dibandingkan dengan bahasa prosedural.

Contoh Bahasa Generasi ke-empat: Oracle, Microsoft Access dsb.

Pada bidang pemrograman, SQL umumnya di gunakan sebagai bahasa sekunder dengan library built – in atau terpisah, query yang di sematkan dalam kode suatu bahasa pemrograman tujuannya adalah untuk mendefinisikan basis data dan memanipulasi basis data, di kenal dengan DDL ( Data Definition Language ) dan DML ( Data Manipulation Language ).

  1. Generasi kelima Programming Language Based Object Oriented & Web Development

Generasi bahasa pemrograman yang ke lima lebih menekankan pada aspek efisiensi dan penggunaan kembali ( re-use-able ) modul – modul yang di buat dengan bahasa pemrograman tingkat tinggi tertentu, generasi ke – 5 ini juga di kenal dengan nama “intellegent programming” ( pemrograman kecerdasan ) yang menekankan aspek otomatisasi dalam setiap prosesnya. Kecerdasan buatan merupakan disiplin ilmu komputer yang mempelajari cara komputer meniru kecerdasan manusia. Contoh bahasa pemrograman yang ditujukan untuk menangani kecerdasan buatan diantaranya PROLOG dan LISP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress spam blocked by CleanTalk.